Friday, February 3, 2012

wakil tak terkalahkan

legislasi adalah fungsi utamamu anggaran adalah bagian keduamu dan pengawasan adalah bagian yang tak menentu kau ibarat sebuah wali hakim yang siap mengganti suara sang mertua kau ibarat direksi dalam penentuan gaji dan anggaran biaya namun engkau juga bagai satgas memantau sebuah kinerja jabatanmu seakan mengalahkan ketua padahal engkau hanya wakilnya ketua duduk di singgasana engkau duduk disinggah rupiah karena kursimu bernilai sebuah rumah karena ruang cengkramamu berhiyas lampu permata karena toiletmu nyaman bak sebuah kamar pengantin indah namun berbau kencing ketua salut karena ia mesti bekerja ketua manggut karena engkau wakil, penganggar dan pengawasnya kau bak murid sakti yang ditakuti gurunya karena kau bisa berbuat seenaknya karena hanya engkaulah wakil yang tak terkalahkan walaupun dilawan oleh sejuta anggota dibawahnya walau dikritik untuk tidak bertingkah karena kaulah wakil kita wakil yang tak terkalahkan di indonesia

Cara Bijak Menghadapi Kritik

6 Cara Bijak Menghadapi Kritik 1. Berusaha untuk mengambil sudut pandang yang sama dengan si pemberi kritik. Jika berhasil, maka kita akan benar-benar memahami alasan inti si pemberi kritik dalam melontarkan kritik tersebut. Kalau sudah demikian, maka biasanya kita tidak akan terlalu “panas” dan terganggu sehingga bisa lebih rileks dalam menyusun argumen yang efektif dalam menjawab kritik tersebut. 2. Memandang kritik dari sisi yang positif. Kritik pada dasarnya bisa digolongkan ke dalam dua hal, yakni yang berlandaskan maksud baik dan maksud jahat. Namun, sebagai pribadi yang merdeka, kita punya pilihan untuk memandang bahwa semua kritik tersebut dilontarkan atas maksud baik (positif). Cara pandang seperti ini sangat menguntungkan karena membuat pikiran kita lebih jernih sehingga bisa mengambil manfaat kritik dengan maksimal. 3. Jangan biarkan diri kita hanyut dalam perasaan sakit hati dan dendam ketika mendapatkan kritik, sebab hal itu sangat merugikan diri sendiri. Kerugian tersebut ibarat membakar seluruh rumah sendiri untuk membunuh seekor tikus yang bersembunyi di balik lemari. 4. Tanamkan asumsi kepada diri sendiri bahwa mendapat kritik merupakan hal yang membanggakan. Ya, kritik biasanya ditujukan kepada orang yang berkarya, orang yang melakukan apa-apa, atau orang yang menyandang status “penting”. Sebaliknya, orang yang pasif, berdiam diri, dan tidak populer biasanya jauh dari kritik. 5. Ambil hikmah dari setiap kritik yang kita dapat. Kritik seringkali menampilkan banyak hal penting yang tersembunyi dari pandangan atau pikiran kita. Sebelum bereaksi terhadap kritik, sebaiknya kita menelitinya terlebih dahulu. Bila kritik itu salah, bisa diabaikan. Namun jika benar, maka bisa kita jadikan sarana penting untuk memperbaiki diri. 6. Gunakan cara yang asertif dalam menanggapi kritik. Cara yang asertif adalah cara yang menegaskan pendirian dan pendapat dengan yakin, jelas, tegas, dan positif. Sikap seperti itu memungkinkan kita untuk menyatakan pendapat atau kehendak dengan tegas, elegan, dan terhormat dengan tetap menjaga harga diri dan kehormatan orang lain.

FENOMENA KESEWENANGAN SANG PENGUASA DAERAH

Akhir-akhir ini para pejabat hasil pemilukada diberbagai kabupaten dan kota berlomba-lomba melakukan perombakan kabinet sesuai dengan keinginannya, mengangkat siapa yang dianggap membantu dan mencampakkan siapa yang dianggap tidak menguntungkan. Berbagai alas an dapat dilakukan oleh pejabat untuk memutasi pegawai, menurunkan eselon dan bahkan menonjobkan para pegawai produktif, sehingga akhirnya pengalaman, disiplin dan kinerja pegawai tidak lagi menjadi pertimbangan, akibatnya setiap mutasi dilakukan maka pola kerja pegawai berubah, pelayanan terkesan amburadul, karena alasan data dan lain sebagainya. Selain itu para pegawai banyak yang merasa diperlakukan secara tidak adil dan diskriminatif. Jika hal demikian terus berlangsung, maka system pemerintahan daerah akan mulai beransur-ansur amburadul, pelayanan public akan mulai meresahkan, dan kepala pemerintahan akan berjalan sendiri tanpa dukungan pegawai. Sasaran akhirnya tentu masyarakat akan jadi korban dibidang pelayanan,,,,

10 hal penting

pertama::: banyak berpikir positif kedua: jangan larut dengan masalah yg tak ada solusi ketiga: lakukan hal yg terbaik untuk sebuah perubahan keempat: hindarkan konflik kecil apalagi besar kelima: perbanyak sabar dan tawakkal keenam: yakinlah bahwa setiap kebaikan itu pasti balasannya baik ketujuh: jangan menghitung2 kebaikan,, tapi intropeksilah kesalahan yang pernah dilakukan kedelapan: percantik diri atau jaga dirimu baik2 secara pisik dan mental kesembilan: kurangi berprasangka buruk,,, kalau perlu berprasangkalah kepada kabaikan kesepuluh,,, kamu adalah yg terbaik

satgas khusus TKI

Permasalahan TKI akhri-akhir ini di luar negeri memang sangat fenomenal sekali, di satu sisi mereka ingin mendapatkan kerja diluar negeri walau tanpa pendidikan dan pengetahuan yang layak, namun disisi lain, permasalahan demi permasalahan yang dialami TKI atau TKW di luar negeri sangat memilukan hati masyarakat dan bangsa ini. mulai dari penelantaran, penyiksaan, pemerkosaan dan sampai pada hukuman mati,,, Upaya pemerintah atau Manakertrans hanya terkesan menghibur keluarga TKI, sehingga akhirnya pemerintah dianggap lamban menangani masalah demi masalah yang menimpa TKI, Namun mungkin karena kritikan rakyat kecil ini pemerintah berupaya mencari solusi penyelesaian masalah TKI diluar negeri dan akhirnya membentuk SATGAS KHUSUS TKI. Walaupun bidang TKI sudah menjadi wewenang Menakertrans, namun sepertinya Menakertrans butuh tenaga kerja baru untuk menangani kasus TKI di luar negeri. Sepertinya ini sangat penting,,, ini sangat esensial, bahkan seakan di Negeri ini asal ada masalah maka mesti membuat satgas walau sebenarnya sudah ada lembaga yang menaungi dan akan menangani langsung masalah tersebut. Nah sekarang masalah TKI yang selalu bermasalah diluar negeri, Untuk itu perlu dibuat satgas. SATGAS ini dibentuk untuk menangani WNI maupun TKI yg terancam hukuman berat seperti ancaman hukuman mati,,, sebuah pekerjaan yang mulia,, moga saja sukses,, dan SATGAS benar-benar menjadi SATGAS yang sebenarnya....

terlalu banyak alasan

Memang kekuasaan di tangan anda Memang keputusan ada pada anda Dan memang bisa atau tidak Anda yang menentukan semuanya Seribu alasan bisa anda buat kalau anda tak mau Seribu alasan bisa anda jadikan sebagai argumen untuk menyatakan belum bisa Walau dalam kapasitas yang sama anda mampu melakukan keputusan yang berbeda Karena hari ini anda adalah penentunya Namun Ingat Bahwa suatu saat anda juga akan mengalami hal yang sama Berurusan yang tidak ada titik temunya Dengan berbagai alasan anda belum bisa Walau orang lain bisa dengan kapasitas yang sama seperti anda Inilah sebuah aniaya yang penuh rekayasa Inilah sebuah diskriminasi yang sangat disadari Karena terlalu banyak alasan yang tak pasti Karena terlalu banyak alasan untuk mengganjal kemestian yang harus terjadi Inilah alasan klasik birokrasi………….. Seakan berbuat semestinya Namun pada sisi lain menyalahi kemestian yang ada Memang terlalu banyak alasan untuk menyatakan belum Namun tidak ada alasan untuk menyatakan tidak

kutipan lagu Indon Nationality Song

Indon Nationality Song Indonesial tanah cairku Tanah tumpah muntahku Disanalah aku merangkak hina jadi kubur Indonesial negara miskin ku Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku Marilah kita semua tidur Indonesial negara miskinku Mati lah tanahku Modar lah negriku Bangsaku rakyatku semuanya Miskin lah jiwanya Tidurlah badannya Untuk Indonesial miskin Indonesial Miskin Mampus modar Datang kerja Malaysia Tapi TKI Jadi perampok Rompak Malaysia bawa wang ke Indon Indonesial Pendatang Haram Miskin lah miskin lah Datang Haram ke Malaysia Tiada paspor Bila kena tangkap dan hantar balik Kata nya Malaysia jahat Indonesial negara perampok Indonesial menghantar perampok maling Pekerja TKI Indonesial Hantaq pi Malaysia Indonesial Maling Merampok lagu Malaysia Mengatakan itu lagu mereka Indonesial Tanah yang hina Tanah gersang yang miskin Di sanalah aku miskin untuk selama-lamanya Indonesial Tanah puaka Puaka Hantu Kita semuanya Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin Datang minta sedekah di Malaysia Marilah kita mendoa Indonesial brengset Gersang lah tanahnya mundurlah jiwanya Bangsanya rakyatnya semuanya Tidurlah hatinya mimpilah budinya Untuk Indonesial miskin Indonesial tanah yang kotor tanah kita yang malang Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati Indonesial! Tanah malang tanah yang aku sendiri benci Marilah kita berjanji Indonesial miskin Mati lah rakyatnya modar lah putranya Negara miskin tentera coma pakai basikal Miskinlah negrinya mundur lah negara nya Untuk Indonesial kurap baca : http://www.indonbodoh.blogspot.com/

filsafat korupsi

Jika kita mau meninjau kembali tentang nilai-nilai filosofis terhadap kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh para birokrat atau pejabat publik, maka kita akan menemukan rasionalisasi perbuatan dan tindakan yang sudah menjadi budaya manusia yang tak pernah puas dan rakus, karena falsafah itu adalah sebuah dari corak usaha manusia, dalam dia menghadapi, memecahkan dan menundukkan masalah yang mengenai ada dan hidupnya, yaitu yang akan memberikan kepuasan bagi dirinya. Dengan falsafah itu manusia akan berusaha mencapai tujuan yang telah ditentukannya, sehingga falsafah harus dapat dilakukan; kalau tidak, tentulah falsafah itu khayalan, mainan dan pikiran saja dan tidak akan membuahkan hasil yang nyata bagi kehidupan manusia tersebut. Filsafat menggunakan rasio sebagai alat untuk tujuan kebahagiaan manusia dan bukanlah manusia yang diperalat oleh rasio. Prof.M.Nasrun, SH ( l967 : 13 ) Rasionya pejabat dalam mencapai tujuan-tujuan tertentu dan melanggengkan kekuasaan dan kedudukannya harus mampu melakukan upaya-upaya memperkuat kekuasaanya,, karena materialis adalah jiwa bangsa ini, maka apapun cara materi harus mereka peroleh, dan dengan dukungan kekuasaan dan kewenangan, hal itu adalah yang mudah,,

STUBAN

DPRD itu memang merupakan dewan perwakilan rakyat dalam berbagai hal, termasuk urusan studi banding setiap saat dan tahun, kecaman sebagian masyarakat tidak menjadi tantangan karena mereka mewakili masyarakat yang lain.. kesempatan studi banding itu hanya akan ada ketika mereka duduk mewakili rakyat, salah rakyat kenapa minta diwakilkan pada mereka,, akhirnya apa yang disampaikan hari ini hanyalah hal yang sia-sia,,, keberangkatan mereka sudah di anggarkan, bahkan di izinkan, kenapa mesti ribut,, masalah ada hasil atau tidak,, itu urusan mereka,

negara hukum?

Indonesia ini dikenal dengan negara hukum, bukan negara kekuasaan,,,tapi kenapa malah kekuasaan jadi dominan, hukum seakan hanya merupakankedok dari lambang keadilan yang akhirnya menampilkan ketidakadilan,,banyak kasus pelanggaran hukum yang terkait dengan kekuasaan yangmenjadi bulan-bulanan hukum dan mencari pembena...ran serta toleransihukum karena mengingat, mempertimbangkan dan memutuskan bahwa si Aadalah penguasa, atau dibeking penguasa,,,Si A adalah konglomerat dll sebagainya,,,jika kasusnya dilakukan rakyat biasa tanpa bekingan dan tanpa uang,,hukum akan berjalan dengan semestinya bahkan terkesan malah jauh lebihmaksimal dari ketentuan yg ditetapkan,,, mungkin inilah awal kejatuhandan melemahnya penegakan hukum di Indonesia, akhirnya sistem akanberobah dengan sendirinya,,,, aparat penegak hukum hanya akan mampuberbicara demi hukum dan demi keadilan, aplikasinya malah melanggar hukum

Walau Tak Bisa Memiliki

Sunting Walau Tak Bisa Memiliki oleh Ocu Azmi pada 30 Maret 2010 pukul 13:41 Semakin ku ingin melupakan Semakinku Ingin ku bersamamu Tak Kusadari Kini semua tlah terjadi Ku tak ingin Kau pergi Tinggalkan ku Sendiri Kuingin kau selalu di sini Walau Tak bisa kumiliki Begitu Indah kisah cinta kita Yang terlukis di dalam hidupku Andai semua ini bisa terus berlanjut Ku tak ingin Kau pergi Tinggalkan ku Sendiri Kuingin kau selalu di sini Walau Tak bisa kumiliki Ku tak ingin Kau pergi Tinggalkan ku Sendiri Kuingin kau selalu di sini Walau Tak bisa kumiliki Ku Yakin sanggup Untuk bertahan Selama ada tempat dihatimu Biarkan ku terus jadi bagian hidupmu ooo,,,, Ku tak ingin Kau pergi Tinggalkan ku Sendiri Kuingin kau selalu di sini Walau Tak bisa kumiliki Ku Yakin sanggup Untuk bertahan Selama ada tempat di hatimu (Abby Derby Romero)

Isi Email Prita Mulyasari kepada RS Omni

Inilah isi lengkap email Prita Mulyasari yang dimuat di surat pembaca detik pada Sabtu, 30/08/2008 11:17 WIB dengan judul : RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan. Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus. Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000. dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah. Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien. Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal. Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul. Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja. Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali. Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja. Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan. Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri. dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan. Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif. Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000. Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut. Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis. Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya. Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan. Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore. Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista. Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas. Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut. Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah. Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang. Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum. Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami. Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni. Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap. Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik. Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini. Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain. Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan. Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan. Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini. Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini. Salam, Prita Mulyasari Alam Sutera prita.mulyasari@yahoo.com 081513100600 (http://empimuslion.wordpress.com/2009/06/03/curhat-prita-mulyasari/)

hakikat diri

Mungkin kita pernah membaca dan mendengar bahwa didalam filsafat kontemporer secara hakiki terpusat pada pribadi manusia. Boleh jadi, tanpa situasi historis kita tidak bisa memahami apa dan esensi diri yang sebenarnya. Al Qur'an membuka pintu dunia baru, tentang kesadaran diri secara berurutan sampai kepada kesadaran yang universal. Ungkapan ini tidak terikat oleh suatu aliran tertentu. Saat dimana muncul ketikan dihadapkan persoalan manusia terdorong untuk memikirkan eksistensi. Dimana keberadaannya bagaikan terlempar begitu saja. "Aku" yang kehilangan arah, berpaling dari dirinya sendiri, ia mawas diri dan menyelidiki dirinya. Demikianlah suatu motif yang mula-mula bersifat historis dan psikologis berubah menjadi suatu pertanyaan filosofis yang mendesak: "Siapakah aku ini? Dengan kegembiraan dan harapanku? Apakah tujuan hidup ini? Apakah artinya? Mengapa aku bereksistensi? Dan bukannya tidak bereksistensi?" mengapa begini dan begitu, kenapa tidak begini dan tidak begitu, Mengupas masalah mengenai pribadi dalam ungkapan-ungkapan tersebut, berarti mengemukakan masalah kebebasan, masalah tanggung jawab. Hal ini membawa kita kepada penelitian mengenai dasar dari asal usul. Baik dari sisi kebebasan maupun dari sisi tanggung jawab. Hal tersebut akhirnya memunculkan masalah ketuhanan. Apakah Allah itu masuk dalam definisi manusia atau tidak? Apakah eksistensi manusia itu bersifat teosentris ataupun antroposentris? Partisipasi ataupun cukup dalam dirinya sendiri? Ada apakah dengan pernyataan ulama populer "man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu?" (barang siapa tahu akan dirinya, maka ia tahu akan Tuhannya). Jika kita lihat dalam arti yang sebenarnya, kata "eksistensi" berarti data kosmis, sejauh manusia yang terlibat secara aktif di dalamnya. Hubungan erat antara masalah manusia dan masalah ketuhanan, terlihat baik pada mereka yang mengingkari Allah maupun pada mereka yang mengikuti-Nya. Kecenderungan tersebut pada dasarnya merupakan naluri manusia yang tidak bisa dipungkiri dan merupakan fitrah manusia. Mengatakan bahwa setiap pribadi memiliki naluri religiusitas dalam pengertian apapun, baik yang sejati maupun yang palsu. Sebenarnya adalah sama dengan mengatakan bahwa setiap pribadi memiliki naluri untuk berkepercayaan. Dalam tinjauan antropologi budaya, Naluri itu muncul berbarengan dengan hasrat memperoleh kejelasan tentang hidup ini sendiri dan alam sekitar yang menjadi lingkungan hidup itu. Karena itu setiap orang dan masyarakat pasti mempunyai keinsafan tertentu tentang apa yang dianggap "pusat" atau "sentral" dalam hidup seperti dikatakan oleh Mircea Elidae: "Setiap orang cenderung, meskipun tanpa disadari mengarah kepusat dan menuju pusat sendiri, dimana ia akan menemukan hakekat yang utuh yaitu rasa kesucian. Keinginan yang begitu mendalam berakar dalam diri manusia untuk menemukan dirinya pada inti wujud hakiki itu di pusat alam, tempat komunikasi dengan langit --menjelaskan penggunaan dimana akan ungkapan pusat alam semesta" (http://media.isnet.org)"

asas kehidupan masyarakat

Berbuat baik dengan jalan mengorbankan kepentingan diri sendiri untuk kepentingan pihak lain atau membalas kejahatan dengan kebaikan, lebih tinggi nilainya daripada keadilan. Tapi itu hanyalah benar dalam hubungan antar individu, namun keliru jika diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena salah satu asas kehidupan bermasyarakat adalah keadilan, sedangkan sikap berbuat baik yang melebihi keadilan- seperti berbuat baik terhadap mereka yang bersalah (melakukan pelanggaran hukum) akan menggoyahkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.

co gito ergo sum

jangan pernah menerima gejala apapun sebagai sesuatu yang benar, kecuali jika kita mempertimbangkannnya secara pasti, jelas dan hati-hati, bahwa hal itu memang demikian adanya. jadi eksistensi ada pada diri dan dari diri kita betul-betul merupakan keniscayaan yang hak tanpa keraguan dan kontroversial menyikapinya.

sulit memahami

sangat dikenal sangat diketahui namun sulit di pahami karena semua keadaan karena semua sikap tak lagi memiliki arti tak lagi dapat merekat rasa ini walau tampak setiap hari walau bersendagurau dalam maya ini namun mungkin itu sebatas kata mungkin itu sebatas cerita kenyataannya tetap saja sulit memahami keadaan ini,,,