Friday, October 31, 2008

Kamu dan Fotamorgana

Kamu seakan jelas kelihatan
Kamu seakan hadir dalam impian
Kamu juga seakan hadir dalam pelukan
Namun kamu ternyata jauh dan tak terincikan
Kamu ternyata tiada
Kamu ternyata hanya bayang2 semu
Bayang2 yang hadir saat kamu sangat dibutuhkan
Saat kamu sangat didambakan
Saat kamu sangat diinginkan
Hanya pikiran dan bayangan fotamorgana
Yang terselip dalam benak sang pemuja
Dalam angan sang pendamba
Yang sia2
Karena ia takkan pernah menemukannya
Apapun caranya,,, kamu telah membaur dalam angan fotamorgana
Yang terasa dekat tapi jauh
Yang terasa nikmat tapi semu
Walau aku butuh
Tapi aku hanya akan pilu

Sunday, October 12, 2008

Hanya Engkau

ku tau siapa engkau
kusadar bahwa aku tak bisa lepas dari genggamanmu
aku mengerti bahwa aku tak lepas dari penglihatanmu
tapi kadang aku selalu lalai
kadang aku selalu silap
karena tergiur indahnya ciptaanmu
indahnya kenikmatan duniamu
indahnya asmara birahi dan kecintaan yang palsu
namun aku selalu berharap walau aku tak pantas untuk itu
aku selalu meminta walau aku belum sepenuhnya memberi
aku selalu memohon walau aku kadang mengingkari
karena hanya engkau
hanya dirimu satu-satunya harapanku yang pasti
hanya dirimu satu-satunya tumpuhan hidupku yang nyata
hanya engkau dan engkau

Friday, September 26, 2008

Saat Tafakkur ini

Kehadapanmu ya Allah aku menundukkan wajah
menundukkan hati, perasaan dan pikiran
karena ku tau bahwa aku hanyalah hambamu yang lemah
hambamu yang hina, kotor dan penuh dosa

Mungkin tetesan air mata ini tiada berguna
Mungkin sembah sujudku belumlah berarti apa-apa
Mungkin amal ibadahku masih penuh dengan ria
Mungkin aku belumlah pantas mengharap dan meminta
Kerena aku masih terlalu nista

Namun aku adalah manusia
aku diberi akal, pikiran dan rasa serta hati yang tak pernah lupa
walau kadang aku melalaikannya

Saat tafakur ini setetes demi setetes air mataku jatuh kesujadah
pertanda aku telah menyerahkan jiwa dan raga
pertanda aku telah menyerahkan rasa dan karsa
agar mendapat setetes hikmah dan ridha

Ya Allah,,, walau aku bukan hamba-Mu yang taat menjalankan syariatmu
walau aku bukan hamba-Mu yang selalu melaksanakan perintahmu
walau aku juga bukan hamba-Mu yang selalu terhindar dari laranganmu
namun aku juga hamba-Mu
yang selalu terpaku dalam renungan mengharap kasih sayangmu
yang selalu pilu mengharap rahmat dan nikmat-Mu

Jika aku masih layak disebut sebagai hamba-Mu
Jika aku masih dapat dikatakan umat rasul-Mu
jangan biarkan aku selalu mengeluh
karena aku takut seperti tak mensyukuri nikmat-Mu

Ya Allah...dalam tafakur ini hamba memohon
jadikan aku sebagai hamba-Mu yang selalu mengingat-Mu
jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang selalu mensyukuri nikmat-Mu
agar aku tidak menjadi orang-orang yang nista dan penuh dosa

 

Wednesday, September 17, 2008

Hanya dirimu

Keingianmu hendaknya dituruti
kebebasanmu hendaknya dimaklumi
ketidak-mau-tahuanmu hendaknya disadari
dan ketidakinginanmu hendaknya jangan disuruhi
Namun seharusnya kau bebas memilih
seharusnya kau bebas menentukan kemana hendak pergi
seharusnya kau tidak menjadi pemikiran diri ini
karena kau bukan seharusnya begini
Sekarang sadarilah
Mungkin hanya dirimu yang begini
Mungkin hanya keinginanmu yang tak terkendali
dan mungkin hanya dirimu yang harus mengerti dan memahami
karena aku, kami dan semua tak kan mungkin lagi membenahi
hanya dirimu .......... dan hanya dirimu yang harus membuka cakrawala
tanpa beban bagi semua
tanpa pikiran bagi yang ada
tanpa perasaan kesal, emosi dan marah
tanpa secerca kata, karena hanya dirimu yang seenaknya

Tuesday, September 16, 2008

Listrik

Kau hadir menerangi kegelapan
Kau hadir memulihkan kelesuan usahawan
Kau hadir menuhi berbagai aktivitas pelayanan
Kau hadir sebagai warna warni jalanan
mulai dari rumah warga,
tempat usaha,
perkantoran dan industri,
Kau terangi tanpa pilih kasih
kau beri pelayanan walau kadang terbatas
Sungguh mulia dirimu,,, sehingga masyarakat selalu mengharapkanmu,
menginginkanmu, dan bahkan berani bayar mahal untuk mendapatkanmu
Namun....Kehadiranmu tidak diiringi dengan keseimbangan
Kehadiranmu tidak diikuti dengan kinerja pegawai yang optimal
Kahadiranmu tidak diimbang dengan pelayanan prima
Sehingga masyarakat kadang mengeluh,
Masyarakat kadang marah dan kecewa,
Karena kamu nyala seenaknya,
Padahal masyarakat terus bayar sesuai dengan keinginanmu
Listrik.........
Sampai kapan kamu harus nyala begini.........
sampai kapan kamu harus melakukan pelayanan yang jelek ini........
Bukankah kamu adalah bagian monopoli....... yang seharusnya tidak ada istilah rugi?
yang seharusnya lebih mempersiapkan diri karena disubsidi.........
Atau karena kamu menyadari bahwa masyarakat tak lagi punya pilihan lain selain menerima ini?
Listrik ......................
kamu mencetak lembaran uang setiap nyala dan bahkan mati
namun kamu tak pernah mau mengerti arti sebuah pelayanan dini
listrik....jika fungsimu menerangi, menggerakkan mesin-mesin mati
maka jadilah semestinya untuk tetap abadi......
jadilah listrik yang sebenarnya

 

Ternyata

Sejak lama kau kubina
Sejak lama kau ku pelihara
Sejak lama kau ada dalam kehidupanku yang apa adanya
dan sejak lama pula kau seharusnya mengerti dan memahami semua
tentang diriku
tentang keluargaku
tentang lingkunganku
tentang kerjaku
tentang usahaku
dan tentang seluruh kehidupanku
Namun engkau memang tuli
Engkau memang pekak dan bisu
Engkau memang orang yang tak pernah mau peduli dan mengerti
Engkau memang orang yang tak sudi tuk memahami kehidupan ini
sehingga engkau hanya berprilaku sekehendak hati
Ternyata engkau adalah orang yang tak mimiliki jati diri dan rasa hati
Orang yang tak mampu melihat bagaimana memperbaiki kehidupan ini
Orang yang hanya berbuat sesuka hati
Namun ternyata dibalik itu engkau mengharapkan lebih
di balik itu engkau juga ingin dimengerti dan disayangi
dibalik itu engkau juga ingin mendapatkan perhatian lebih
dibalik itu engkau mengharapkan keberhasilan diri
Bukankah engkau hanya ingin sesuka hati?
Jadi jangan pernah berharap lebih
karena engkau ternyata tak bernurani
ternyata engkau.......... tak berbudi

Monday, September 15, 2008

Sang Penguasa

Jika saja engkau peduli........
Jika saja engkau mengerti, memahami dan merasakan.........
Jika saja engkau komunikatif dan responsif.....
Engkau tidak akan memandang sebelah mata akan hal ini
Engkau tidak akan berpoya-poya dengan uang negara, uang daerah dan uang rakyat ini
Engkau tidak akan bersuka ria dengan penderitaan rakyat yang terjadi
Kemiskinan terpampang di hadapanmu............
ketidak stabilan hadir setiap waktu di negeri-negerimu..........
kekurangan infrastruktur membuatmu trenyuh ketika melangkah kewilayah itu........
diskriminasi menjadi bumbu kekuasaanmu...............
bahkan ketidak jujuran ada dalam prilaku dan tindak tandukmu............
Namun engkau tetap bersenandung lagu rindu tuk kekuasaan yang tak menentu itu
Namun engkau tetap pongah dengan gaya eksekutifmu
berklas, bermartabat, dan bergengsi dikalangan bawahan dan masyarakatmu...........
Padahal engkau adalah penguasa......... seorang pelayan masyarakat dengan klas mengacuhkan ketiadaan yang ada... mengacuhkan klas bawah karena tak bonafit dalam gaya dan finansial....
Tapi ingat... kedudukanmu adalah karena mereka yang tak berdaya,, mereka klas rendah dan mereka klas tak terjaga oleh kekuasaan yang telah diberikannya.....
Untuk itu sadarlah sang penguasa.....
Ingatlah
bahwa engkau suatu saat akan menjadi masyarakat seperti mereka..........
suatu saat engkau hidup dikalangan masyarakat yang terombang ambing oleh kekuasaan yang ada.......